Minggu, 08 Juli 2018

Jompi, Potensi Wisata Yang Terlupakan


Mengenang masa lalu merupakan kesenangan tersendiri, terkadang membuat tertawa kadang juga membuat dahi berkerut, kenapa? Kenapa bisa begitu? Seandainya begini, maka mungkin akan jadi begitu. Diantara berbagai kisah dan cerita masa lalu, saya teringat tentang sebuah tempat, tempat yang seringkali menjadi tujuan saat pulang sekolah, disaat senggang ataupun liburan, tempat itu adalah jompi. 

Jompi merupakan kawasan hutan yang terdapat di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara, yang mana terdapat sungai bersih nan jernih dengan beberapa titik mata air yang dapat dilihat langsung keluar dari batu. Dari mata air itu kebutuhan air masyarakat di Kota Raha yang merupakan ibukota kabupaten muna terpenuhi. Ini telah berlangsung sekian lama, mungkin juga sejak masa penjajahan belanda, karena masih terdapat beberapa peninggalan berupa bak penampungan, mesin air dan bangunan pendukung lainnya, serta pipa besar yang melintang dari bak penampungan sampai ke pdam. Kata orang-orang tua itu dibuat pada zaman belanda, karena pipa yang digunakan merupakan pipa yang tidak berkarat dan juga sangat tebal sehingga tidak patah meskipun seringkali diinjak karena menjadi tempat lewat orang-orang menuju kebagian atas kearah mata air dan beberapa spot permandian lainnya.

Sejak dulu kami mengenal jompi dengan beberapa bagian yaitu air terjun, mata 1, air biru, mata 2 dan mata 3. Pembagian ini mungkin didasarkan pada titik-titik terdapat mata air besar yang terdapat disekitar badan sungainya. Jompi juga merupakan salah satu objek wisata yang terdapat didaerah perkotaan kabupaten muna dengan jarak tempuh yang sangat singkat dari pemukiman pusat kota yang juga selalu ramai oleh pengunjung pada setiap harinya, terutama pada hari minggu. Salah satu bukti nyata bahwa jompi merupakan peninggalan belanda, selain terdapat prasarana air bersih, dibagian kanan jalur masuk kawasannya terdapat sebuah fila yang dilengkapi dengan kolam renang dan juga lapangan tenis. Posisinya sangat bagus karena merupakan daerah perbuktikan, sehingga dari tempat tersebut dapat langsung melihat kearah air terjun serta dapat menyaksikan langsung para pengunjung yang datang dan juga pulang. Saat memasuki kawasan jompi, pengunjung disambut oleh air terjun dan bangunan mesin pompa air jaman belanda. Air yang jernih dan dingin serta beberapa batuan cukup besar menghiasi sekitar kolam air terjun. Untuk menikmati air terjun, kami biasanya melompat dari atas dengan tinggian ± 10 meter atau turun melewati permukaan batu besar yang cukup miring dan terkadang licin. Sekedar informasi, untuk bagian lompat-melompat tadi, itu masa lalu dan terakhir saat SMA, tapi untuk saat ini, sepertinya saya harus berpikir 10…X untuk melakukan lompatan itu. Air terjun tersebut sepertinya memiliki kedalaman sekitar 5-7 meter.

Kawasan jompi merupakan area batuan gunung yang dibelah oleh sungai. Sekitar sungai merupakan area batuan dengan kontur agak terjal dan terdapat pohon sangat rimbun. Setelah air terjun merupakan area mata 1 dan berurutan sampai keatas yaitu mata 3. Untuk menuju mata 2 , ada 2 akses yg dapat dilalui, bisa lewat atas atau lewat hutan dan juga bisa ditempuh dengan lewat daerah bawah atau area pinggir sungai. Apabila pengunjung ingin menikmati hutan dengan beragam jenis pohon, maka disarankan melewati jalur atas yang mana diujungnya terdapat batuan terjal namun menantang untuk sampai ke mata 2. Apabila ingin menikmati indahnya sungai, pengunjung boleh melewati jalur bawah yang mana pengunjung akan melewati sebuah titik pada sungai dengan air berwarna biru (Air Biru) yg terdapat tebing batu dengan tinggi ± 20 meter. Dan diujungnya pengunjung akan mendapati mata air yang sangat bersih, jernih dan dingin. Apabila ingin berendam maka spot ini merupakan salah satu yang paling direkomendasikan. Pada dasarnya 2 jalur ini sama-sama dapat memberikan pengalaman berwisata yang sama baiknya hanya tinggal memilih jalur mana yg akan dilalui saat datang dan yang akan dilalui saat pulang. Setelah sampai di mata 2 kontur lokasi masih cenderung sama dengan mata 1, hanya saja tingkat kejernihan air sungai yang membedakan serta view kearah langit. Di mata 1 pohon sangat rapat dan banyak terdapat pohon besar disekitar sungai, sehingga membuat area terlindung dari sinar matahari, sedangkan di mata 2 lebih terbuka sehingga dapat dengan leluasa melihat kelangit saat berenang. Dibagian tengah sungai mata 2 terdapat batu besar yang biasanya digunakan sebagai tempat rehat atau berpose saat berenang dengan kedalaman air kira-kira mencapai 1,5 - 2 meter dan dipenuhi kerikil kecil pada dasar sungai. Selain batu juga terdapat 2 buah pipa besar yang melintang dari mata 3 sampai mata 1 yang biasa digunakan sebagai tempat duduk atau jalur pejalan kaki menuju mata 3.

Setelah mata 2 terdapat mata 3, yg juga memiliki mata air bersih, jernih dan dingin namun dengan kedalaman yang tdk sedalam mata 1 dan 2. Setelah mata 3 terdapat bak penampungan besar yg menampung air bersih kemudian dialirkan ke pipa besar tadi menuju pdam. Seperti itulah gambaran jompi saat SD sampai ketika saya tamat SMA dan berangkat kuliah. Beberapa waktu lalu saya menyempatkan diri untuk berkunjung, hanya untuk melihat-lihat, tak adalagi orang yg dahulu biasa menjunjung keranjang pakaian, tak adalagi anak-anak yg berjalan bergerombol dan tak mengenakan baju, tak adalagi penjual gorengan yang dahulu berjualan di mata 1 dan tak banyak lagi kendaraan roda 2 yang ramai keluar masuk. Padahal saat itu sedang bulan puasa, biasanya saat bulan puasa jompi sangat ramai dengan orang-orang yang asik berenang tuk menghilangkan panas atau menyejukan badan. Seketika kuhanya menarik napas agak dalam, dan melepaskannya dengan berat, tempat yang saat itu ramai dan menjadi tujuan orang-orang, tempat yang apabila orang bosan mencuci dirumah, dapat mencuci disini bahkan 5 karpet skalipun lewat. Kondisi jompi saat ini sangat memprihatinkan, sungai yg dulu jernih kini kotor. Hutan yang dulu rimbun kini hampir gundul semoga tidak menjadi kenangan dalam 5 tahun kedepan.

Saat ini Kabupaten Muna sedang gencar-gencarnya melakukan promosi wisata, slogan MAI TEWUNA pun dengan massif dikampanyekan, dengan harapan mampu menarik banyak orang/wisatawan agar mau datang dan berwisata di Muna. Berbagai objek wisata kemudian dimunculkan dengan foto-foto yang menarik dan bahasa yang menarik pula. Namun sayang seribu sayang, nama Jompi tidak ada didalamnya, bahkan dalam film jembatan pensil yang dibuat beberapa waktu lalu dengan tujuan untuk promosi wisata, kawasan jompi tidak sedikitpun mendapatkan bagian dalam pengambilan gambar ataupun dalam sebuah percakapan singkat para pemerannya. Apa yang terjadi? Sebaiknya jangan berspekulasi.

Untuk sejenak mari kita coba berpikir dengan perspektif pariwisata. Pariwisata muna sedang dalam proses pengembangan, semua objek wisata yang tersedia di Kabupaten Muna belum terdapat fasilitas memadai terutama jasa penginapan. Karenanya, ketika para wisatawan datang untuk berwisata di Kabupaten Muna maka pilihan tempat menginap hanya ada di daerah Kota (Raha). Objek wisata yang sering ditawarkan dan sering muncul dalam promosi beberapa tahun terakhir adalah Meleura yang terletak di Kecamatan Lohia dengan jarak ± 17 Km dari pusat kota. Ini jarak yang cukup jauh. Untuk sampai ke Kabupaten Muna wisatawan memupunya 3 opsi moda transportasi yaitu Udara, Laut dan Darat. Apabila lewat udara maka pilihan penerbangan adalah dari bandara Makassar dengan pesawat Wings Air dan Garuda, untuk pesawat garuda wisatawan dapat sampai dir Raha kira-kira pada pukul 11.00 (dengan kondisi jalan yang rusak), sedangkan apabila menggunakan pesawat wings air penerbangan dari Makassar dimulai pukul 13.20 sampai dengan 14.15 sehingga sampai di Raha kira-kira pukul 14.45. Dengan menghitung waktu ini yaitu pukul 11.00 dan 14.45, wisatawan tidak bisa langsung menuju tempat wisata di Kecamatan Lohia ketika sampai di Raha, karena masih butuh istrahat dikarenakan perjalanan yang cukup jauh. Dari sini sebetulnya jompi dapat memberikan alternative wisata dengan waktu singkat dan perjalanan pendek yang tidak melelahkan karena kawasan jompi masih berada didalam kota raha.

Foto jompi saat ini,










luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com