Rabu, 27 September 2017

Pariwisata 2 : Wisatawan

Pariwisata sebagai sebuah industri menekankan pada upaya bagaimana menarik wisatawan dalam jumlah besar, karena pada tahap ini banyak atau tidaknya wisatawan/ pengunjung menjadi faktor penting yang menentukan besar dan kecilnya pemasukan yang didapat. Dengan alasan itu pula maka berkembang sebuah pemikiran dalam industri pariwisata, yaitu bagaimanapun caranya dalam penyelenggaraan pariwisata tujuan yang ingin dicapai adalah “Menahan wisatawan agar semakin lama tinggal dan beraktifitas ditempat wisata ataupun didaerah yang menjadi tujuan wisata”

Menahan yang dimaksud tentu bukan dalam konotasi negatif, melainkan lebih pada upaya bagaimana memberikan rasa nyaman dan aman agar supaya wisatawan bersedia untuk berlama-lama tinggal disuatu daerah atau tempat wisata. Sudah menjadi karakter manusia apabila merasa nyaman, aman dan dapat berbaur dengan lingkungan baru sampai pada tahap merasa menjadi bagian dari kelompok masyarakat serta budaya tertentu, seseorang akan tinggal lebih lama, kalaupun setelah itu mereka kemudian pergi, maka setidaknya ada kesan yang ditinggalkan sehingga seorang wisatawan akan memiliki perasaan rindu untuk kembali lagi ketempat tersebut.

Ada beberapa alasan berwisata yang dapat ditarik dari ungkapan Koen Meyes mengenai pariwisata yaitu ; Memenuhi rasa ingin tahu dan menghabiskan waktu senggang atau berlibur. Mengenai upaya ingin memenuhi rasa ingin tahu, hal ini berkaitan dengan maksud melakukan wisata dengan tujuan untuk memperoleh ilmu pengetahuan, pada tahap ini dapat dikatakan bahwa wisatawan melakukan kunjungan wisata untuk melakukan penelitian terhadap sesuatu hal secara mendalam, dengan demikian kegiatan wisata akan mengarah pada konsep wisata penelitian. Sedangkan tujuan wisata untuk menghabiskan waktu atau liburan, merupakan kegiatan berwisata hanya untuk melakukan refreshing atau hanya sekedar menikmati pemandangan alam, menikmati kuliner, ingin bersilaturahmi, dan hanya ingin sekedar mengobati rasa penasaran terhadap kondisi masyarakat maupun ritual-ritual masyarakat daerah lain.

Antara wisata penelitian dan wisata liburan terkadang memiliki objek yang sama dengan tingkat kunjungan yang berbeda, namun yang membedakan keduanya adalah hal yang ingin dicapai, apabila wisata penelitian ingin melakukan pengungkapan terhadap sesuatu maka wisata liburan hanya ingin menikmati sesuatu itu. Selain itu perbedaan lainnya ada pada tingkat kesadaran dan pengetahuan pelaku wisata, wisata penelitian dilakukan oleh orang-orang dengan dorongan kesadaran dan pengetahuan lebih terhadap suatu hal, sedangkan wisata liburan sebagian besar dilakukan karena dorongan tren yang berkembang dimasyarakat maupun media sosial. Dalam aktifitasnya wisata penelitian seringkali mengajak pengunjung atau orang lain agar menjaga dan melindungi situs dan peninggalan sejarah maupun menjaga lingkungan. Meskipun upaya untuk itu juga terkadang disuarakan oleh wisatawan yang hanya ingin berlibur, namun perbedaan tingkat kesadaran ikut mempengaruhi tujuan apa sebenarnya yang diinginkan.

Sampai disini kita telah mengetahui 2 alasan atau motivasi seseorang melakukan perjalanan wisata, yang mana 2 hal tersebut telah ikut mempengaruhi dan membentuk konsep-konsep pengembangan pariwisata. Selain 2 jenis itu tentu saja masih banyak jenis-jenis lain, namun pada tulisan ini saya hanya menarik kesimpulan berdasarkan defenisi Meyes mengenai Pariwisata. Alasan lain dari seseorang berwisata juga bisa karena alasan bisnis, misalnya untuk melakukan pembicaraan bisnis, atau melakukan rapat dan pertemuan dengan suasana yang berbeda atau bisa juga ingin melakukan transaksi, biar tidak gampang kena OTT, hahaha. Atau mungkin motiv seksual, hahaha…itu bisa juga kan, misalkan ingin selingkuh atau hanya sekedar menenangkan suasana hati pacar yang lagi galau, hahaha.


_Azis Syahban, Makassar 27 September 2017
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com